Indahnya ukhuwah
dalam bingkai silaturahim
ada kebersamaan
keceriaan
kebahagiaan
keberkahan
penuh limpahan nikmatNya
berbagi cerita, asa dan doa
----
Syawal menjadi
bulan yang penuh jalan-jalan, namun bukan jalan-jalan tanpa makna. Jalan-jalan
sekalian ibadah. Disana ada guratan kebahagiaan, kerinduan namun juga terselip
kesedihan. Mengunjungi sanak saudara, mendengarkan wejangan sesepuh, menerima
dan membagi angpau, menikmati tangkapan ikan, mengelilingi rumah-rumah baru
milik saudara yang belum hilang bau catnya, ah..senangnya. Disisi lain ada
kesedihan menyemburat saat menjenguk saudara yang sakit hingga menuntun kalimat
toyyibah saudara yang sedang naza’. Satu persatu Ia panggil saudara-saudara
menemuiNya, bukan jaminan yang tua yang duluan.
Bila moment
berkumpul sudah diabaikan bahkan benar-benar tak mau datang tanpa alasan yang
tepat. Apalagi hingga menyimpan dendam berkepanjangan, Akankah amal yang tiap
hari di lakukan berbuah indah bila dengan saudara saja tak mau bertegur sapa?
Hari gini masih menyimpan rasa benci itu, duh nelongsone, lebih baik buang
jauh-jauh perasaan itu. Karena hanya menjadi proyeknya setan untuk mengajak
manusia selalu dalam keburukan meski itu hanya secuil penyakit hati yang bisa
jadi akan semakin besar hingga membakar jiwa diri, na’udzubillahi min dzalik.
---
Untukmu
sahabat-sahabatku…
Ku ingin
menyapamu dari jarak yang sepersekian mili didalam peta. Walau ku tak hadir
dihadapanmu, merasakah engkau bahwa…
Saat Ramadhan
lapar tak terasa
lelah tak membuat putus asa
kantuk tak membuat terlena
karena nikmatNya
merajai dibulan puasa
semoga tak pergi setelah hari raya
11 bulan telah menunggu untuk istiqomah
menjalankan SyariatNya
Sahabat
tahukah engkau…
Berenang di
samudra biru sungguh menyenangkan
Namun
berenang dalam samudra maafmu sungguh jauh lebih menakjubkan ^_^
Meski kita tak bisa berkumpul bersama namun
ijinkanlah aku menggetarkan bibir dan hatiku dengan seuntai doa…
Ya Robby…sesungguhnya
Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati kami telah berkumpul untuk mencurahkan
mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepadaMu, bersatu dalam rangka
menyeru/dakwah dijalanMu dan berjanji setia untuk membela syari’ahMu, maka
kuatkan ikatan pertaliannya.
Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya,
tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahayaMu yang tidak akan pernah
redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal
kepadaMu, hidupkanlah dengan ma’rifahMu dan matikanlah dalam keadaan syahid di
jalanMu. Sesunggguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong,
aamiin. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Muhammad,
keluarga dan sahabatnya,aamiin.
Pekalongan,
2 Syawal 1433 H
walaupun musuhan, kalo dah lebaran pasti akur lagi..
BalasHapus^_^
kunjungan pertama mb..salam kenal ya :)
BalasHapus