Minggu, 16 Juni 2013

Jaga Perasaannya

Kisah ini begitu perih. Pada awal-awal aku mendengarnya, aku merasa nggak terima. Apapun alasannya, bicara sesuatu yang tidak perlu anak kecil tahu, seharusnya bisa dipendam. sampaikan kpd orangtua akan lebih elegan kurasa.
 lanjutkan esok ya

12.30 beside school I'm cry
Rabu, 5 Juni 2013

Berpetualang ditengah hujan

Biarkan hujan membasahi hatimu
nikmati setiap tetesannya
....... Allahumma soyyiban naafi'an

Siang menjelang sore itu rasanya cepat sekali berlalu, aku menunggunya. Yah, kami sudah janjian hendak ketemu disuatu tempat. Dan, byuuur. Hujan dengan derasnya membasahi yang sudah ku kenakan. Baju batik yang baru ku ambil dari almari dan jilbab yang sewarna. Hah..masih beruntung aku membawa jas hujan.

to be continou...

14.15 at Joyo Grand
Ahad, 16 Juli 2013

Minggu, 26 Mei 2013

Rahasia Anak Pembangkang


(8 Penyebab anak berperilaku keras kepala dan suka melawan orangtua antara)

1. Sikap otoriter orangtua, yaitu orangtua terlalu menekan atau memaksa anak untuk menuruti semua kenginannya tanpa melihat kondisi dan kemampuan anak. Orangtua bersikap otoriter kepada anak biasanya karena mereka merasa serbatahu apa yang terbaik untuk anak dan apa yang harus dilakukan anak. Orangtua meyakini bahwa untuk berhasil dalam membimbing, mengarahkan perilaku, dan mendidik anak sehingga menjadi anak yang baik diperlukan cara-cara yang tegas dan keras. Anak yang merasa terus ditekan atau dipaksa dan merasa tidak mampu memenuhi semua keinginan orangtua pada akhirnya akan menunjukkan sikap melawan.

2. Berbicara kepada anak di saat yang tidak tepat. Kerap kali terjadi, misalnya orangtua meminta anak melakukan sesuatu, padahal anak tengah asyik bermain atau menikmati aktivitas kesukaannya. Anak pun merasa terganggu dengan permintaan orangtuanya tersebut. Dalam kondisi seperti ini, anak biasanya akan mengabaikan permintaan orangtuanya, menunda melaku¬kannya, atau langsung menolaknya. Jika orangtua terus memaksa, sangat mungkin akan terjadi ketegangan atau konflik dengan anak.

3. Anak sangat menginginkan sesuatu, tetapi orangtuanya tidak dapat memenuhi keinginan tersebut. Anak pun kemudian menunjukkan perilaku keras kepala atau suka melawan orangtua. Anak melakukan ini untuk mencari perhatian orangtua dan sebagai cara untuk menyampaikan protes. Anak berharap dengan perubahan perilaku yang ditunjukkannnya, orangtua mau memenuhi keinginannya.

4. Anak dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan. Hal ini bisa terjadi ketika orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya atau memang orangtua kurana mampu memberi perhatian dan didikan yang dibutuhkan anak hingga nilai-nilai kebaikan, seperti sopan santun, menghargai orang lain, atau batasan benar-salah, boleh¬ tidak boleh, tidak tertanam dengan baik pada diri anak. Anak pun tumbuh menjadi pribadi yang egois dan suka melawan orangtua.

5. Pengaruh lingkungan. Anak begitu mudah meniru perilaku teman-¬temannya, orang-orang lain yang dikenalnya, atau tayangan televisi. Ketika anak mendapati teman-temannya atau orang lain menunjukkan perilaku suka melawan kepada orangtua, anak-anak pun akan dengan mudah melakukan hal yang sama.

6. Mencontoh perbuatan orangtuanya. Mungkin anak sering melihat kedua orangtuanya bertengkar atau bersikap keras kepala. Atau, anak melihat orangtuanya tidak patuh kepada nenek dan kakeknya. Anak pun dapat terdorong untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orangtuanya.

7. Anak terlalu dimanja oleh orangtuanya. Semua keinginanya selalu diberikan. Jika suatu saat ada keinginannya yang tidak dipenuhi, anak akan memprotes dan melawan.

8. Hubungan antara orangtua dan anak tidak harmonis. Ikatan kasih sayang dan pengertian antara mereka pun kurang. Kondisi ini rentan menimbulkan konflik antara orangtua dan anak.

 
(copast from Pendidikan Karakter)

Sabtu, 18 Mei 2013

Ya Robb..sembuhkan yang sedang sakit


Siang itu, saya hendak mengunjungi anaknya teman yang sakit di sebuah rumah sakit di kota. 
Ia dirawat di salah satu ruangan khusus anak, yang menangani pasien dengan penyakit yang perlu intens monitornya.
Pelan saya masuk ke ruangan yang tak jelas warnanya, karena bukan lagi warna putih yang dominan.
Tidak ada sekat ditempat anak ini berbaring. 
Matanya tertutup, bahkan di solasi. 
Ia sedang tidur panjang. Koma. 
Dengan selang yang menjulur diantara kepalanya, badannya semakin kurus. 
Tak tega melihatnya. 
Teringat ketika ia sedang bermain dengan anak saya, sangat ceria dan murah senyum. Gerimis hati ini.
Kemudian saya mengeluarkan sesuatu yang hendak saya berikan untuknya. 
Sebuah botol dengan lakban yang masih terikat kuat. 
Beberapa dokter melirik dan penasaran dengan yang saya bawa.
“bu, ini air obat ya…
‘’Ohya dokter, insyaAllah ini jadi obat…  jawab teman saya dengan mantap
Esoknya, sang anak mengalami demam tinggi, oleh ibunya di beri kompres berulang kali.
Namun, tidak juga meredakan demam sang anak,  malah semakin naik. 
Lalu, dengan keyakinan penuh, doa-doa mengalir dari lisannya, ia memberikan kompres dengan air dalam botol dalam lakban itu. 
Betapa senangnya ia, pelan-pelan  demam anaknya berangsur-angsur turun. 
Subhanallah, Alhamdulillah….
Ya Robby, sembuhkan yang sedang sakit, kuatkan mereka, angkat penyakit mereka…

Minggu, 28 April 2013

Pramugrari yang Ramah dan Baik Hati



“Good Morning…” sapanya dengan ceria. Mengagetkan semua penumpang pesawat itu, terlebih aku, karena ia mengucapkan itu tepat didepan hidungku.
Wah, ternyata sudah pagi, jam 2 dini hari. Hemm makan lagi…hidup dipesawat 9-an jam bolak balik makan tidur tanpa gerak…ck ck ck…
“Ayyu ‘idamin…?” tanyaku seketika.
“What do you say, this is…?...what, sapi..ayam..bla..bla….” tanya pramugrari itu cukup lantang.
“Oh, it’s rendang, opor..” jawabku sekenanya.
“Yeah, rrendang…ophorr…hehe…” iapun mengulangi kata seperti yang aku ucapkan dengan logat Inggrisnya yang masih kental.
Ibu bersama Mbak Debby
Teringat aku beberapa jam sebelumnya, saat aku kebingungan mencari tempat duduk.
Ibu menginginkan duduk dekat jendela dan kursi tengah, sedangkan aku ingin kursi yang depannya agak longgar agar aku bisa leluasa selonjorin kaki biar nggak bengkak.
Perjalanan yang membutuhkan waktu lama, aku perlu mencari tempat yang ku rasa nyaman.
Dan itu, ku fikir, enak kalo didepan kursi pramugrari itu.*maksa hehe…
 “Oh no..no..bla..bla..”( ia bicara dengan ibu dengan nada yang cepat hingga ibu manggut-manggut nggak ngerti ^_^ )
Kata ibuku,” Walah, wis nak ora usah ning kono, tempat itu nggak boleh buat kita, itu khusus orang-orang Inggris tok…”
Aku masih bersikeras ingin duduk ditempat itu, lalu ku coba menanyakan padanya langsung,
“Miss, may I sit here?”
“Ho ho…can you speak English”
“Yeah, little…hehe…”
“Oke, but hear me, this is the amargancy door, I need your help if there is something about this plane…bla bla..bla..
(pramugrari itu pun panjang lebar menjelaskan bagaimana cara aku harus membantunya pada saat darurat..)
“Oke, I see…”
Saat pesawat sudah stabil terbangnya kami larut dalam ceritanya. Pramugrari itu bernama Debora Syam, ia berasal dari Mumbai India.(mungkin suatu saat engkau akan bertemu dengannya jika naik pesawat Saudi Arabia Airlines). 
Ia ramah, sangat akrab dan toleran banget. Hingga larut malam, kami banyak bercerita tentang India juga Indonesia ; Surabaya. Malang..
(Ah dimana-mana kok ya sama, kalo kita sudah ketemu perempuan, maunya tuh ngobrol aja..
*orangnya asyik sih, santai tanpa beban..-kendala bahasa sudah tidak jadi masalah, meskipun kadang aku masih begong mencerna kata-katanya yang cepat hehe…)
“I like this country…” ucapnya. Penduduknya ramah, baik dan tanah di sini subur…saya pernah ke Surabaya, jika kesana, saya akan menghubungimu Rully…”

Tak terasa pesawat sudah mulai landing, hendak mendarat. Kamipun sempat berfoto ria hingga menimbulkan iri penumpang lain, yang akhirnya ikut-ikutan berfoto jg dengannya.
“Trus kapan kau liburnya mbak Debby…?” tanyaku sambil mengemasi barang-barangku.
‘’InsyaAllah Juny I’ll go to Mumbai…Ayo, main ketempatku..” ajaknya padaku.
“Wow, realy…? Maau dong hehehe…(karepe mau aja ^_^) ‘’Yes, I wanna be hehe…
“Wah nggak pulang-pulang nih kalo diterusin. Ayo itu sudah pada turun…” ibu mengingatkanku.
“Ups, oke Mrs. Debby, I hope we’ll meet again next time, thanks for your kind…”
“Oke, insyaAllah, I hope too…”

Setelah turun, kami melakukan pengecekan passport kembali kemudian mengambil koper-koper. 
Tiba-tiba aku ingat, ada yang tertinggal di kursi pesawat. 
“Kalo buku itu tidak kembali, maka aku akan memberikannya pd pramugrari itu, smg dia mau membacanya.” kataku dalam hati.
Saat hendak menunggu datangnya koper-koper kami, saya ke toilet sebentar, melaksanakan hajat yang tertunda selama dalam perjalanan di pesawat. 
Alhamdulillah, aku tidak merasa harus kencing saat di pesawat, karena aku fikir, itu akan jadi kena najis kalo aku kencing di pesawat, karena minimnya air dan tempatnya yang buat bersama ar rijal dan an nisa’.
Sesaat keluar dari toilet, ada suara yang memanggilku, dan ku rasa tidak asing mendengarnya. 
“Aha, you are mbak Debby..?
“This is your book…”
“Oh, thank you, just now I feel, if that book not back to me, I’ll give for you if you want….”
“No..no..thanks you..Oke, I must go to my hotel…see you, Assalamu’alaikum…”
“Wassalamu’alaikum..thank you very much mbak…”
Ah Alhamdulillah buku ini kembali.
Tahu engkau kawan…ini adalah salah satu buku yang aku pinjam dari sekolah SD Islam As Salam, untuk menemaniku selama perjalanan sejak berangkat dari Malang hingga kembali ke Malang lagi. 
Dan,buku-buku itu sangat bermanfaat sekali.




Bandara Soekarno Hatta - Jakarta
Pagi yang sejuk, Selasa, 9 April 2013

Sabtu, 27 April 2013

Teliti Sebelum Membeli Makanan


Kak Haidar yang murah senyum ^_^
Sore itu Haidar dan Lubna kepingin banget makan nasi goreng, karena lama tidak makan nasi goreng buat dinner. Sesudah sholat maghrib dan mengaji, akhirnya kami keluar mencari penjual nasi goreng yang ada disekitar perumahan. 
Saat itu Haidar dan Lubna senang sekali berjalan di terangi cahaya bulan yang redup. Dengan berlari-lari kecil.
“Bunda, tuh ada bulan..cantik banget, tapi kok tertutup awan ya, wah aku kepingin lihat bulan yang lebih terang”. 

Sampai di tempat penjual nasi goreng, Haidar dengan semangat dan lincah sempat menata kursi tunggu,
“Ayo bunda duduk, biar nggak capek…”
Saat itu, tiba-tiba saja pandanganku tertuju pada botol yang dipegang si penjual. Dan, betapa aku sangat kaget melihat cap yang tertera pada botol itu.
“Oh tidaaaak!!!” teriakku dalam hati.
“Emmm Mas Haidar maaf, bunda nggak mau beli disini, ayo kita pulang…” bisikku pada putra sulungku. Aku pura-pura tidak melihat orang-orang yang sedang mengantri disitu dan kelihatan kebingungan melihatku bergegas beranjak dari tempat itu. Beruntung ada penjual sate didekat situ, jadi aku masih bisa menghibur anak-anak agar tidak kecewa.
“Hufffhh…bunda ini aneh, kenapa nggak jadi beli disana…”tanya Haidar keheranan.

Tiba dirumah, ku jelaskan mengapa tidak jadi membeli nasi goreng.
“Nak, apapun yang kita masukkan kedalam tubuh harus sesuatu yang Allah ridhoi. Bunda tadi melihat botol yang dipake itu adalah campuran minyak yang mengandung angciu. Selama ini bunda selalu berhati-hati membeli apapun, dan botol itu….sama sekali tidak ada di daftar belanja bunda karena termasuk barang yang harom. Meskipun bunda belum konfirmasi kepada si penjual nasi goreng, isi botol itu, tapi kejadian ini membuat kita harus semakin berhati-hati dalam membeli makanan jadi. Kalau perlu tanyakan apa yang di pake/ dimasak, kehalalannya, adakah tanda halal MUInya, kamu sudah tahu kan gambar dan tulisannya…karena itu sangat penting Mas... Ini semua adalah upaya agar kita terhindar dari hal-hal yang dilarang Allah”
Putraku mengangguk, “Oooh, kalo gitu, aku nggak mau makan nasi goreng yang beli-beli deh…sekarang ayo maem satenya bund, aku lapar hehe…”

Good Evening...
Menjelang Isya', 25 April 2013

Rabu, 24 April 2013

Rindu Makkah Madinah


Jujur aku rindu suasana disana
dan hati ini ingin kesana dan kesana lagi dan lagi
engkau akan tahu jika engkau telah merasakannya
suasana yang tenang, nyaman
tak ada fikiran macam-macam selain fokus padaNya
seakan kita hendak bertemu denganNya
yah di area itu kita seakan terdorong senantiasa berdoa, berdzikir
bermunajat...
benar-benar terasa kita akan dicabut nyawa saat itu juga
namun aku tahu itu tak mungkin bila Allah tak berkehendak
Hanya doa dan perasaan rindu ini yang terus ku pupuk agar aku tetap dekat dengan rumahNya
diamanapun aku berada
Dan salah satu doaku,
..ya Robby, ijinkan aku meninggal disana saat sedang sholat didepan Ka'bah yang mulia, di kota yang suci...aamiin

Sabtu, 20 April 2013

Makkah Yang Bikin Kangen


Oleh-oleh dari Kota Suci #

“Hah…nyium Hajar Aswad ? kok kamu bisa…” tanya salah seorang jama’ah setengah berteriak saking kepinginnya tapi belum kesampaian.
“Hehe..iya bisa dengan pertolongan Allah, Alhamdulillah lancar, meskipun kepencet-pencet dan gemetar sesudahnya…^_^ ” 

Yah, semua akan terasa mudah hanya dengan pertolonganNya, kita harus yakin itu. Lautan manusia yang menurut kita nggak mungkin bisa menggapainya, insyaAllah bisa. Pasrahkan semua padaNya, terus meminta padaNya agar dimudahkanNya juga siapkan mental dan fisik yang kuat.

Saat itu waktu untuk saya melakukan thowaf wada’ karena sorenya harus berangkat ke Jeddah. 
Saya mengambil waktu dhuha, saat matahari masih hangat dan yang thowaf tidak sebanyak malam hari. 

Setelah putaran ke tujuh selesai, saya memutar lagi untuk mendekat ke maqam Ibrahim dan nempel ke Hijir Ismail, pelan namun pasti saya bisa masuk dan berdoa didalamnya. Keinginan untuk sholat di Hijir Ismail tidak bisa saya lakukan melihat tidak ada tempat dan penuhnya jama’ah. 
Setelah itu saya memutar lagi. 
Subhanallah walhamdulillah walaailaahaillallah allahu akbar…terus terdengar disana sini.. 
Robbanaa aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannaar… 
Saat mendekati multazam semakin padat jama’ah yang berhenti, Bismillah Allahu Akbar…

Dengan tetap bergandengan tangan saya pegang erat tangan ibu saya, dan pelan-pelan mendekati kerumunan yang sepertinya sulit diurai. Saya melihat, ada jama’ah ar rijal yang kesulitan kembali saat sudah mencium hajar aswad. 
Ragu-ragu saya melangkah, namun ibu saya yang sejak awal keberangkatan umroh ini dari tanah air memiliki keinginan kuat mencium hajar aswad membuat saya meneguhkan niat dan berdoa, semoga bisa tercapai keinginan ibu. Ibu saya tak henti-hentinya berdoa, ya Allah mudahkan beri kami jalan bisa kesana..akupun mengaminkannya. 
Tepat saat itu datang gelombang manusia yang semuanya an nisa, sayapun sedikit menggeser maju selangkah demi selangkah, kurang satu depa lagi…
”Oh no, my hand, afwan yadii, yadii..”..tangan saya tergencet di ketiak ibu-ibu yang bertubuh besar dan pegangan sayapun terlepas dari ibu yang sudah mulai putus asa. 
“Ibu, ayo semangat…sedikit lagi, ni tinggal sak kilan…ibu bisa, ayo bu…” 
Yah ternyata ibu tidak mau mengambil resiko lebih jauh, ia khawatir dengan nafasnya yang mulai sesak. 

Sayapun kembali meringsek maju dan…tepat didepan hajar aswad, MasyaAllah luarbiasa..saya bisa disini…(*kembali terharu hiks…) saya mencium, berdoa dan berdoa dihajar aswad, menciumnya lagi dan lagi…karena tidak ada wajah orang lain didekat saya, jadi bolak balik saya memegang dan menciumnya…

Setelah dirasa cukup, sayapun hendak keluar dari kerumunan itu, wah ini ni tantangan keduanya (kembali dengan lancar), ya Robby..mudahkan ya Allah… sebuah seruan dari seseorang dengan logat khas Melayu agar saya harus bisa keluar dari sana. 
Dengan sedikit melayang dan meringankan tubuh, sayapun bisa keluar dengan tangan gemetar dan degup jantung yang sangat cepat…lalu sayapun sholat mutlak lurus dengan Multazam. 

Alhamdulillah Allahu Akbar….

Makkah Al Mukarromah
Ahad, 07-04-2013, jam 10.05