Minggu, 26 Mei 2013

Rahasia Anak Pembangkang


(8 Penyebab anak berperilaku keras kepala dan suka melawan orangtua antara)

1. Sikap otoriter orangtua, yaitu orangtua terlalu menekan atau memaksa anak untuk menuruti semua kenginannya tanpa melihat kondisi dan kemampuan anak. Orangtua bersikap otoriter kepada anak biasanya karena mereka merasa serbatahu apa yang terbaik untuk anak dan apa yang harus dilakukan anak. Orangtua meyakini bahwa untuk berhasil dalam membimbing, mengarahkan perilaku, dan mendidik anak sehingga menjadi anak yang baik diperlukan cara-cara yang tegas dan keras. Anak yang merasa terus ditekan atau dipaksa dan merasa tidak mampu memenuhi semua keinginan orangtua pada akhirnya akan menunjukkan sikap melawan.

2. Berbicara kepada anak di saat yang tidak tepat. Kerap kali terjadi, misalnya orangtua meminta anak melakukan sesuatu, padahal anak tengah asyik bermain atau menikmati aktivitas kesukaannya. Anak pun merasa terganggu dengan permintaan orangtuanya tersebut. Dalam kondisi seperti ini, anak biasanya akan mengabaikan permintaan orangtuanya, menunda melaku¬kannya, atau langsung menolaknya. Jika orangtua terus memaksa, sangat mungkin akan terjadi ketegangan atau konflik dengan anak.

3. Anak sangat menginginkan sesuatu, tetapi orangtuanya tidak dapat memenuhi keinginan tersebut. Anak pun kemudian menunjukkan perilaku keras kepala atau suka melawan orangtua. Anak melakukan ini untuk mencari perhatian orangtua dan sebagai cara untuk menyampaikan protes. Anak berharap dengan perubahan perilaku yang ditunjukkannnya, orangtua mau memenuhi keinginannya.

4. Anak dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan. Hal ini bisa terjadi ketika orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya atau memang orangtua kurana mampu memberi perhatian dan didikan yang dibutuhkan anak hingga nilai-nilai kebaikan, seperti sopan santun, menghargai orang lain, atau batasan benar-salah, boleh¬ tidak boleh, tidak tertanam dengan baik pada diri anak. Anak pun tumbuh menjadi pribadi yang egois dan suka melawan orangtua.

5. Pengaruh lingkungan. Anak begitu mudah meniru perilaku teman-¬temannya, orang-orang lain yang dikenalnya, atau tayangan televisi. Ketika anak mendapati teman-temannya atau orang lain menunjukkan perilaku suka melawan kepada orangtua, anak-anak pun akan dengan mudah melakukan hal yang sama.

6. Mencontoh perbuatan orangtuanya. Mungkin anak sering melihat kedua orangtuanya bertengkar atau bersikap keras kepala. Atau, anak melihat orangtuanya tidak patuh kepada nenek dan kakeknya. Anak pun dapat terdorong untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orangtuanya.

7. Anak terlalu dimanja oleh orangtuanya. Semua keinginanya selalu diberikan. Jika suatu saat ada keinginannya yang tidak dipenuhi, anak akan memprotes dan melawan.

8. Hubungan antara orangtua dan anak tidak harmonis. Ikatan kasih sayang dan pengertian antara mereka pun kurang. Kondisi ini rentan menimbulkan konflik antara orangtua dan anak.

 
(copast from Pendidikan Karakter)

Sabtu, 18 Mei 2013

Ya Robb..sembuhkan yang sedang sakit


Siang itu, saya hendak mengunjungi anaknya teman yang sakit di sebuah rumah sakit di kota. 
Ia dirawat di salah satu ruangan khusus anak, yang menangani pasien dengan penyakit yang perlu intens monitornya.
Pelan saya masuk ke ruangan yang tak jelas warnanya, karena bukan lagi warna putih yang dominan.
Tidak ada sekat ditempat anak ini berbaring. 
Matanya tertutup, bahkan di solasi. 
Ia sedang tidur panjang. Koma. 
Dengan selang yang menjulur diantara kepalanya, badannya semakin kurus. 
Tak tega melihatnya. 
Teringat ketika ia sedang bermain dengan anak saya, sangat ceria dan murah senyum. Gerimis hati ini.
Kemudian saya mengeluarkan sesuatu yang hendak saya berikan untuknya. 
Sebuah botol dengan lakban yang masih terikat kuat. 
Beberapa dokter melirik dan penasaran dengan yang saya bawa.
“bu, ini air obat ya…
‘’Ohya dokter, insyaAllah ini jadi obat…  jawab teman saya dengan mantap
Esoknya, sang anak mengalami demam tinggi, oleh ibunya di beri kompres berulang kali.
Namun, tidak juga meredakan demam sang anak,  malah semakin naik. 
Lalu, dengan keyakinan penuh, doa-doa mengalir dari lisannya, ia memberikan kompres dengan air dalam botol dalam lakban itu. 
Betapa senangnya ia, pelan-pelan  demam anaknya berangsur-angsur turun. 
Subhanallah, Alhamdulillah….
Ya Robby, sembuhkan yang sedang sakit, kuatkan mereka, angkat penyakit mereka…