Cerita Mini 3 #
Suatu sore di depan kampus UIN Malang, setelah jam pertama program
intensive Bahasa Arab selesai, aku duduk dibawah pohon klengkeng bersama
teman-temanku. Sambil menunggu jam selanjutnya, biasa kami ngobrol dulu
ditempat yang sejuk dan asri dengan rimbunan beberapa pohon klengkeng.
Disitu banyak duduk mahasiswa, jadi rame sekali.
“Eh Ay, kamu tahu ga, ada dosen yang lagi jadi bahan pembicaraan di kalangan mahasiswa lho..” kata Siska temenku di kelas F2
“Lho emangnya siapa dan kenapa dengan dosen itu?” tanyaku polos.
“Wuih, Ayi ini ketinggalan berita, itu lho yang pertama, ada ustad
yang gaul, cakep, masih perjaka, kaya, punya tambak dan kebun apel,
suaranya merdu kalo ngaji, hemm banyak yang naksir pingin jadi istrinya
lho…”, Dista menjawab.
“Terus yang kedua, ustad ini murah senyum, orangnya manis, punya
showroom mobil dan beberapa properti, jago menulis, kalo menulis khot
luarbiasa indahnya, juga masih single”, Nahfa menimpali.
“Masak sih..?” tanyaku jadi penasaran.
“Masih ada lagi, kalo yang ini ustadzah, dia cantik, supel, cerdas,
punya tiga minimarket, masih gadis, orangnya energik, banyak mahasiswa
yang naksir…”, ujarnya si Vian.
“Apa kamu ga tertarik sama dosen-dosen itu, hayoo…”goda Fajar.
“ Siapa nama dosen-dosen itu?”
“ Yang pertama Ustad Ery, yang kedua ustad Halim, trus ustadzah Fitri” jawab Bita.
“Oh gitu ya..eh tahu enggak, kalo ustad Ery itu kakak misananku,
ustad Halim itu juga anaknya budheku dan ustadzah Fitri itu kakak ku
tahu!!!
”…….????? Benarkah…?” tanya mereka hampir bersamaan.
Lalu aku pergi meninggalkan mereka yang masih terbengong-bengong,
sayup-sayup terdengar suara rame didalam kelas yang sudah membahas
pelajaran…
”aina ghossaan?”
“ghossan fil khammam…
*Malang, 20 Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar